"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Matius 11:28

Sabtu, 18 Mei 2013

Hanya untuk MONYET (Jangan ditiru..)

Para pemburu monyet biasanya akrab dengan menggunakan ide-ide yang cukup unik dan brilian. Mereka menggunakan buah kelapa yang dibolongkan seukuran tangan para monyet ini. Di dalamnya diberikan kacang tanah atau makanan yang disukai oleh monyet setempat. Monyet yang terpancing biasanya akan mengambil makanan kesukaannya tersebut kemudian menggenggamnya dalam tangannya. Saat ia mencoba untuk mengeluarkan tangannya dari dalam buah kelapa tersebut, maka ia akan kesulitan sepanjang ia tetap memegang makanan itu.
Dalam keadaan seperti inilah si monyet memiliki dua pilihan; apakah ia akan membuka kepalan tangannya dan berhasil lari dan naik ke atas pohon dengan lincah, atau ia tetap memegang makanan di dalam buah kelapa tersebut sambil harus bersusah payah bergerak dengan buah kelapa di tangannya.
Silahkan anda tebak... mana yang monyet pilih? Ia akan tetap mengepalkan tangannya sambil bersusah payah hingga jatuh-jatuh dengan buah kelapa di tangannya.
Dengan kata lain, si monyet akan memilih tertangkap walaupun sebenarnya ia juga bisa memilih keadaan sebaliknya. Memang... monyet.. monyet.. itulah gaya mereka!

Saya percaya tidak ada diantara kita yang seperti para monyet di atas (jangan bilang-bilang mereka kalau saya ceritakan hal konyol ini kepada anda). Cerita di atas adalah salah satu kebodohan para monyet yang tidak perlu kita tiru dalam kehidupan nyata ini.

Dalam kehidupan nyata ini, kita diperhadapkan dengan pilihan dan resiko yang akan mengikutinya. Oleh sebab itu pikirkan baik-baik apa yang kita pilih, karena disitu terletak hasil yang akan mengikutinya. Jika kita harus rela mengorbankan "makanan" dalam genggaman kita untuk dapat meraih sesuatu yang lebih besar di hadapan kita.
Ingat!! Cerita di atas hanya untuk monyet. Jangan ditiru!

God Bless You...

Jumat, 17 Mei 2013

Pengejar Fasilitas


Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
(Roma 11:36)


Masih melekat diingatan saya saat pertama kali saya diajak kedua orang tua saya naik kereta api menuju kampung halaman ayah saya. Seperti anak-anak kecil lainnya, kala itu yang ada dibenak saya sebelum kepergian dari Jakarta menuju Yogyakarta adalah bagaimana rasanya naik kereta api. Otomatis apa yang dipikiran saya tidaklah sama dengan apa yang ada di pikiran orangtua saya. Mereka tentu berpikir bagaimana senyaman dan secepat mungkin sampai di Yogyakarta, sedangkan saya lebih menyenangi dan menikmati kepada fasilitas penunjang bukan tujuan yang akan dicapai.

Jika kita membaca apa yang dituliskan oleh Paulus kepada jemaat di Roma, Paulus ingin mengingatkan kembali kepada jemaat di Roma bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan selama-lamanya!  
Namun apa yang banyak kita lihat sekarang? Atau mungkin kita alami saat ini? Tidak sedikit orang percaya yang lupa tujuan, tidak sedikit orang percaya yang memiliki karakter seperti anak-anak kecil yang lebih menyenangi  fasilitas dunia ketimbang tujuan akhir kekekalan.
Banyak orang kini tidak menyadari bahwa ‘segala sesuatu’ mulai dari hidup kita, talenta, kemampuan, kekuatan, kesehatan, kepintaran, kekayaan, keluarga, dan lain sebagainya adalah dari Tuhan, oleh Tuhan dan kepada Tuhan di tujukan. Yang kesemuanya itu untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus!

Anehnya kita lebih terfokus kepada fasilitas dunia, merasa hebat dengan fasilitas itu, supaya dikatakan orang Kristen yang diberkati, hamba Tuhan luar biasa, pendeta besar.
Mari merenung sejenak… apa yang anda lakukan akhir-akhir ini? Apakah focus anda hanya uang, kekayaan materi, jabatan, pengakuan, fasilitas dunia?
Tuhan inginkan apa yang ada pada diri kita, ditujukan untuk kemuliaan-Nya.


“Tujuan kita adalah berhenti di stasiun sorga, bukan tinggal di kereta”
       

Membangun Citra Diri

Pada awal penciptaan Tuhan menciptakan segala yang baik (Terang itu baik - Kej.1:4, darat dan laut - Kej.1:10, tumbuh-tumbuhan - Kej.1:12, benda-benda penerang dilangit – Kej.1:18, Binatang-binatang di laut dan burung – Kej.1:21, Binatang liar dan ternak di muka bumi – Kej.1:25, segala yg dijadikan-Nya sungguh amat baik – Kej.1:31, Menumbuhkan berbagai pohon untuk dimakan – Kej.2:9, emas yg baik – Kej.2:12, segala sesuatu di kerjakan Allah untuk kebaikan manusia – tidak hanya hal2 yg kelihatan tapi juga soal batin Kej.2:18) Bayangkan Tuhan memfasilitasi Adam dengan segala sesuatu yg original, sempurna, baik, positif, cemerlang, tidak ada yang cacat. Segala yang baik Tuhan upayakan tidak hanya soal materi fisik tapi juga kebutuhan Adam yang tidak terlihat “teman” atau “soulmate” 

Cobalah imajinasikan tempat itu (berada di tempat impian, bersama pasangan impian anda: 
Bagi yang berumah tangga bayangkan masa2 honeymoon anda (jika dulu tidak pernah bulan madu). Bayangkan anda mendapatkan sayembara untuk terbang ke Hawaii, naik maskapai penerbangan asing kelas 1 dari cengkareng ke Amerika, lalu ganti dengan kapal pesiar, disambut dengan karangan bunga, koper anda dibawakan oleh pelayan, anda langsung di bawa ke restoran kapal di jamu dengan makanan dan minuman yg fresh sementara koper anda dengan sendirinya sampai ke kamar vip dan roomboy hanya mengantar kartu untuk anda dpt mengakses ke kamar atau tempat2 manapun di kapal itu. Sampai di pulau Hawaii anda di sambut dengan tarian dan sebuah mobil golf yg dihiasi dengan bunga2 cantik dan wangi menuju hotel ternama yg menghadap ke pantai yg paling indah, dimana kamar anda adalah tempat yg paling nyaman untuk melihat sunset dan sunrise, sementara di lemari pakaian ada berbagai mode pakaian yg tinggal anda pakai sesuai selera karena itu diberikan bagi anda dengan cuma2. Anda yg pada saat itu masih muda dan enerjik bersama istri anda begitu semangat untuk bersiap menuju ke sebuah kapal yg disulap menjadi tempat makan apung yg romantic dengan sajian seafood dari koki handal. 
…cukuplah kita berimajinasi sekarang lihat kenyataan apa yg kita alami! Itulah gambaran bagaimana dulu Tuhan berikan hal2 yg baik untuk kita, tapi karena dosa membuat segalanya seolah sirna. Apa yang membuat kita begitu sengsara saat ini? Jawabnya bukan karena kita keluar dari taman eden (lihat Kej.3:8-13 rasa takut, gelisah, malu, hal2 negatif, segala yang tidak baik yg diucapkan, dituduhkan, dirasakan dan mereka masih ada di Taman Eden). Jika demikian apa yang membuat mereka sengsara? Keberadaan di dalam dosa! Dosa yg membuat mereka hidup dalam segala kenegatifan. >> Jangan anda salahkan istri, suami, atau ortu anda yg membuat anda sengsara. >> jika seandainya istri anda tidak cerewet bukan jaminan anda bahagia >> jika seandainya suami anda tidak pemarah bukan jaminan anda bahagia >> Jika seandainya anak anda penurut bukan jaminan anda bahagia >> Jika seandainya orangtua anda sangat baik bukan jaminan anda bahagia >> jika seandainya anda kayaraya juga bukan jaminan anda bahagia. 

Dosa merusak segala yang baik dari Tuhan menjadi buruk karena ulah kita. Apa yang diserang pertama kali oleh dosa? Diri kita! Gambar Allah yg rusak. Kej.2:8 “ketika aku mendengar langkah Tuhan Allah .. bersembunyilah (mereka).” Ayat 9-10 “Tuhan memanggil …., ketika aku mendengar Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, aku telanjang, aku bersembunyi.” Dosa membuat mereka secara sadar terdorong untuk menjauh dari Tuhan, takut, malu, dan yg paling utama adalah citra diri yang rusak! Citra diri yang rusak maka akan merusak sekitarnya! Bayangkan jika anda merasa diri anda buruk, maka upaya yang dilakukan supaya anda tidak terlihat buruk adalah dengan membuat buruk yang lainnya, supaya orang akan berkata “masih banyak yang lebih buruk dari anda.” 
Bayangkan apa jadinya jika seorang suami atau ayah merasa diri tidak berharga, maka jangan berharap ia akan dapat menuntun anak istrinya karena dirinya sendiri perlu ditolong. Dosa mempengaruhi banyak prilaku manusia, karena segala yang dipikirkan negative maka akan menghasilkan hasil yang negative. 

Pada waktu manusia (siapapun itu) lahir, sampai berapa lama ia mendapatkan kata-kata yang baik dari sekelilingnya? “aduh cantiknya!”, “anak pintar!”, “siapa dulu dong papanya!”, “lucu banget sih kamu!”, semua memberi senyuman, semua ingin memeluk, mencium, menggendong, membelikan sesuatu, menyatakan kasih. – seiring waktu pertumbuhannya lambat laun ia akan menemukan kemarahan dengan kata2: “dasar anak nakal!”, “bodoh banget sih kamu gitu aja gak bisa!”, “kamu jelek pake baju itu, norak!” “sudahlah kalo memang otak dan uang kamu pas-pasan jangan harap bisa sekolah tinggi2!” Berapa lama anda atau anak anda atau mungkin bawahan anda, mendapatkan hal2 negatif dalam kehidupannya? Bagaimana hasil anda menanamkan nilai negative pada dirinya? Berhasilkah? Atau itu sebagai pelampiasan masa “perploncoan” yang dilakukan ortu anda pada jaman dulu? Jangan salahkan jika hasilnya semakin negative, sama dengan rumus matematika (minus + minus = minus yang lebih besar) sebaliknya, minus bawaan bisa berkurang bahkan dapat bernilai lebih positif jika ditambah dengan plus. Dosa membawa anda pada kondisi minus! 
Jangan harapkan orang lain memberikan hal2 positif bagi anda sebelum anda sendiri yang memiliki hal positif untuk mengurangi nilai minus orang disekitar anda. 

Apa yang harus dilakukan? 
Sadari siapa diri kita (Yesaya 43:4) Sekalipun orang lain, bahkan mungkin diri anda sendiri menganggap remeh diri anda (tubuh, otak, talenta, kemampuan, prestasi, atau apapun itu yang menyangkut kepribadian anda) tidak demikian dengan Tuhan Yesus Kristus! Tuhan sendiri yang berkata: “engkau berharga dan mulia, Aku mengasihi engkau.” Kita adalah hasil karya-Nya, yang dibentuk dengan tangan-Nya sendiri, dan dihembuskan dengan nafas-Nya, lalu Ia berkata: “sungguh amat baik!” tidak ada karya Allah yang buruk. Jika kita mengakui diri kita (baik tubuh hingga segala hal di dalam diri kita adalah dari Tuhan); JANGAN ADA YANG MERENDAHKANNYA! 
Lihatlah ke dalam diri anda, kelebihan dan kekurangan, lalu katakan: sungguh amat baik! Lihatlah istri atau suami anda, kelebihan dan kekurangan, lalu katakan: sungguh amat baik! Lihatlah anak atau cucu anda, kelebihan dan kekurangan, lalu katakan: sungguh amat baik! Lihatlah pekerjaan atau sekolah yang Tuhan percayakan kepada anda, lalu katakan: sungguh amat baik!

Mari pikirkan, katakan, dan lakukan yang baik sekalipun di tempat dan waktu yang tidak baik. Seorang yang berada di dalam penjara, dalam keterbatasan dan kesesakan, dalam ketidaknyamanan dan kesunyian… bahkan dalam situasi yang orang banyak katakan sebagai tempat terburuk… ia sanggup membuang segala yang negative dan membangun sikap positif serta membagikan rahasianya: 

 
««««««««««
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar,
semua yang mulia,
 semua yang adil,
 semua yang suci,
semua yang manis,
semua yang sedap didengar,
 semua yang disebut kebajikan
dan patut dipuji,
 PIKIRKANLAH SEMUANYA ITU.
(Filipi 4:8)
««««««««««

50 Mitos terbesar dalam dunia Psikologi

50 Mitos Terbesar Dalam Dunia Psikologi

Mitos : 
Penderita Schizophrenia memiliki Kepribadian Ganda 

FAKTA : 
Dalam sebuah survey, 77% mahasiswa psikologi percaya kalau penderita schizophrenia adalah pemilik kepribadian ganda. Fim Me, Myself, and Irene yang diperankan Jim Carrey juga mengeksploitasi mitos ini. Ia didiagnosa menderita schizophrenia, padahal pada kenyataannya ia menderita kepribadian ganda. Pada kenyataannya, dua penyakit ini sangat berbeda. Penderita MPD memiliki dua atau lebih kepribadian dalam dirinya dalam satu waktu. Dan banyak ahli psikologi yang ragu kalau penyakit seperti ini benar-benar ada. Schizophrenia sebaliknya, memiliki fungsi psikologi yang terpisah-pisah, khususnya emosi dan berpikir. Bagi orang normal, apa yang kita rasakan dan pikirkan sekarang akan berhubungan erat dengan apa yang kita rasakan dan pikirkan beberapa saat lagi. Tapi bagi penderita Schizophrenia, pikiran dan emosi tersebut dapat berubah begitu cepat dan ekstrim. Kepribadiannya tetap sama, hanya saja emosi dan pikirannya yang tidak terprediksi. Akibatnya orang skizophrenia justru memiliki resiko rendah melakukan bunuh diri, mengalami depresi, ketakutan, penyalahgunaan narkoba, pengangguran dan tuna wisma. Wajar saja, bila sekarang ia merasa begitu sedih beberapa saat lagi ia menjadi sangat senang. Bagi orang normal, sekarang ia merasa begitu sedih, beberapa saat lagi mungkin ia akan bunuh diri atau depresi. Seperti kata Irving Gottesman, “penyalahgunaan istilah schizophrenia dalam merujuk kebijakan luar negeri Amerika Serikat, pasar saham atau ketidak sesuaian sesuatu dengan harapan seseorang tidaklah sama dengan masalah kesehatan umum dan penderitaan dengan penyakit paling sulit dipahami dari pikiran manusia ini.” 

Mitos : Bulan Purnama Menyebabkan Kegilaan dan Kejahatan 
FAKTA : 
Mitos ini sudah sangat purba. Ia berasal dari masa saat manusia belum memiliki lampu listrik. Akibatnya orang senang saat malam hari terang oleh purnama. Mereka lebih aktif daripada malam biasa yang gelap. Sekarang hal tersebut sudah tidak teramati lagi, karena setiap rumah memiliki listrik dan tidak terlalu banyak orang terlalu memperhatikan bulan. Legenda dari Yunani Kuno dan Abad Pertengahan mengatakan adanya manusia serigala, vampire, dan monster menyeramkan saat bulan purnama. Tapi beberapa pihak mengklaim kalau kebiasaan ini tertanam secara tidak sadar pada diri manusia. Tahun 1985, dua psikolog memeriksa semua bukti penelitian yang ada mengenai pengaruh bulan, dan tidak satupun ada bukti kalau bulan berpengaruh pada kejahatan, kecenderungan bunuh diri, masalah kejiwaan, jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa atau telpon darurat. Penelitian lebih modern juga membantah adanya hubungan antara bulan purnama dengan bunuh diri, orang yang masuk rumah sakit jiwa, orang yang masuk UGD, dan gigitan anjing. 

Mitos : Banyak Kriminal Berhasil Membela Diri dengan Mengaku Gila 
FAKTA : 
Setelah memberi pidato tanggal 30 maret, 1981, Presiden Ronald Reagan muncul dari hotel Washington Hilton. Beberapa detik kemudian, enam tembakan terdengar. Satu mengenai agen rahasia, satu polisi, satu sekretaris James Brady dan satu mengenai presiden sendiri. Sang penembak adalah pria berusia 26 tahun bernama John Hinckley, yang jatuh cinta dengan artis Jodie Foster dan yakin kalau dengan membunuh Presiden, Foster akan tergugah dan jatuh cinta padanya. Tahun 1982, saksi ahli psikologi berdebat mengenai apakah Hinckley bersalah atau tidak karena alasan gila. Akhirnya juri memutuskan kalau Hinckley gila. Keputusan juri memicu protes publik. Pooling ABC menunjukkan 76% rakyat tidak setuju dengan keputusan tersebut. Dan dari sini mulailah mitos kalau dengan alasan gila, banyak penjahat yang berhasil lolos dari penjara. Mitos ini semakin diperkuat oleh film-film action yang menunjukkan antagonis pura-pura gila untuk menghindari hukuman. Namun keyakinan ini sama sekali salah. Data menunjukkan kalau pengajuan alasan gila di pengadilan berada di bawah 1%. Dan dari semua pengajuan ini, hanya 25% saja yang diputuskan memang gila. Lebih parah lagi, orang yang dinyatakan gila di pengadilan akan dikirim ke rumah sakit jiwa dan disana mereka menghabiskan waktu rata-rata 3 tahun sebelum diputuskan apakah ia harus ditahan lebih lama atau dilepaskan. Akibatnya bagi orang normal yang berhasil mengaku gila, tinggal di rumah sakit jiwa bisa jadi hal yang lebih menyiksa dari di penjara. Di penjara ia punya waktu yang jelas untuk bebas dan tidak perlu berpura-pura, di rumah sakit jiwa tidak. 

Mitos : Kita Hanya Menggunakan 10% Otak Kita 
FAKTA : 
Otak bekerja secara totalitas sehingga tidak ada bagian otak yang tidak bekerja bagi orang yang normal. Mitos ini berasal dari psikolog William James satu abad yang lalu. Saat itu ia menulis kalau ia meragukan kalau rata-rata manusia mencapai sekitar 10% potensi intelektualnya. Dalam sebuah studi, saat ditanya “Sekitar berapa persen kekuatan otak potensial manusia yang menurut kamu dipakai sebagian besar orang?, ” sepertiga mahasiswa psikologi menjawab 10%. Dalam waktu lama, para motivator “berpikir positif” memperbesar mitos ini menjadi seolah sebuah fakta. Sebagai contoh, dalam buku How to be Twice as Smart, Scott Witt menulis “Jika kamu seperti orang kebanyakan, berarti kamu hanya memakai sepuluh persen kekuatan otakmu.” Selain itu terdapat juga daerah korteks diam yang menurut para ahli masa lalu tidak memiliki fungsi namun sekarang telah terbukti berperan penting untuk bahasa dan berpikir abstrak dan diganti namanya menjadi korteks asosiasi. Masyarakat awam juga mengambil pernyataan ilmuan kalau mereka belum mengetahui dengan pasti fungsi dari 90% bagian otak, lalu dijadikan seolah fakta bahwa 90% ini berarti tidak berfungsi. Akhirnya ada juga yang mengklaim kalau Albert Einstein yang bilang bahwa kecerdasannya hanya berasal dari 10% bagian otaknya. Walau begitu, tidak ada bukti kalau Einstein pernah mengatakan demikian. 

 Mitos : Lebih Baik Marah daripada Ditahan 
FAKTA : 
Dalam sebuah survey, 66% mahasiswa percaya kalau lebih baik membiarkan marah itu lepas (katharsis) ketimbang menahannya, karena dapat mengganggu kesehatan. Film Anger Management tahun 2003 juga menyebarkan keyakinan ini dengan menyarankan seorang tokoh memukul bantal atau tas sebagai penyaluran kemarahan. Bahkan ada juga psikolog yang menyuruh kliennya berteriak atau melemparkan bola ke dinding saat mereka marah. Sayangnya, keyakinan ini sama sekali tidak didukung bukti ilmiah apapun kalau hal tersebut memang dapat meredakan agresi. Malahan hal tersebut justru akan meningkatkan agresi. Lebih jauh lagi, bermain sepakbola juga dapat meningkatkan agresivitas baik pemain maupun suporter. 

Mitos : Penyebab utama masalah kejiwaan adalah Kepercayaan Diri yang Rendah 
FAKTA : 
Mitos ini juga dimunculkan oleh para motivator berpikir positif. Sebuah buku, Self-Esteem Games, memuat 300 aktivitas untuk membantu anak merasa nyaman dengan dirinya sendiri, seperti mengulang-ulang afirmasi positif yang menekankan keunikan mereka. Walau demikian, penelitian menunjukkan kalau kepercayaan diri tidak berhubungan kuat dengan kesehatan mental yang lemah. Dalam penelitian komprehensif oleh Roy Baumeister et al yang meninjau lebih dari 15 ribu studi mengenai kepercayaan diri ke segala jenis variabel psikologi. Mereka menemukan kalau kepercayaan diri kecil sekali hubungannya dengan kesuksesan hubungan antar manusia, dan tidak berhubungan dengan pasti pada penyalahgunaan obat-obatan. Lebih jauh, mereka menemukan kalau kepercayaan diri berhubungan positif dengan prestasi di sekolah, tapi hubungan interaktif ini lebih condong pada prestasi di sekolah. Artinya, pengaruh prestasi sekolah dalam meningkatkan kepercayaan diri lebih kuat daripada pengaruh kepercayaan diri terhadap prestasi di sekolah. Fakta yang paling mengesankan adalah kepercayaan diri yang rendah tidak perlu dan tidak cukup untuk menyebabkan depresi. 

Mitos: Ingatan Manusia bekerja Seperti Kamera Video 
FAKTA : 
Sudah jelas hal ini adalah mitos. Terlalu sering anda atau orang lain disekitar anda lupa akan sesuatu. Tapi 36% orang percaya kalau otak dapat merekam pengalaman secara sempurna layaknya kamera video. Hal ini disebabkan terutama kalau seseorang lupa, ia mungkin tidak sadar kalau ia lupa. Pikirannya menjadi kreatif dan menambal ingatan yang hilang tersebut dengan ingatan lain yang entah dari peristiwa apa yang masih ia ingat. Ini menunjukkan kalau sifat ingatan bukanlah reproduktif (menyalin apa yang kita alami) tapi bersifat rekonstruktif (menambal ingatan). Para ilmuan bahkan mampu membuat subjek penelitiannya percaya sepenuh hatinya kalau sebuah kejadian fiktif yang dibuat ilmuan, benar-benar terjadi. 

Mitos : Hipnotis adalah Kondisi Khusus yang berbeda dari kondisi sadar 
FAKTA : 
Keyakinan ini muncul dari film dan dunia hiburan. Tapi penelitian menunjukkan orang yang dihipnotis dapat menolak dan bahkan menentang sugesti penghipnotis terutama dalam melakukan hal-hal yang berlawanan dengan prinsipnya seperti menyakiti orang yang mereka tidak sukai. Orang yang terhipnotis sepenuhnya dalam kondisi sadar. Pindai otak juga tidak menunjukkan adanya pola khusus di otak orang yang dihipnotis. Para ilmuan mampu membuat orang melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang dihipnotis tanpa melakukan hipnotis. Dengan kata lain, hipnotis semata merupakan sebuah prosedur diantara banyak prosedur untuk meningkatkan respon seseorang pada sugesti. 

Mitos : Alat Pendeteksi Kebohongan (Poligraf) adalah Alat yang Akurat 
FAKTA : 
Poligraf ditemukan tahun 1920an oleh psikologi William Moulton Marston. Alat ini pada dasarnya alat pengukur tekanan darah sistolik, karena ia percaya kalau saat orang berbohong, tekanan darah sistoliknya meningkat. Mesin ini kemudian disempurnakan dengan menambahkan pengukuran konduktansi kulit dan pernapasan. Selain hal ini belum tentu berhubungan, grafik poligraf yang dihasilkan sulit untuk dianalisa hingga sekarang. Ambil contoh, orang yang jujur tapi berkeringat banyak, dapat disalah sangka sedang berbohong. Belum lagi tidak adanya bukti kalau efek Pinokio (reaksi emosi atau fisiologi yang hanya terjadi saat seseorang berbohong) itu ada. Satu-satunya yang bisa ditunjukkan poligraf saat seseorang memakainya adalah bukti bahwa orang tersebut tegang atau tidak. Dengan kata lain, poligraf bukanlah alat pendeteksi kebohongan tapi alat pendeteksi ketegangan. Bagi para penjahat berdarah dingin dan psikopat, mereka dapat lolos dengan mudah lewat alat deteksi kebohongan ini. Dan sudah banyak orang yang tidak bersalah dihukum gara-gara mesin poligraf. 

Mitos : Dua Hal yang Berlawanan Saling Tarik Menarik 
FAKTA : 
Maksud dari mitos ini adalah, dua orang yang memiliki hal yang bertentangan, dapat tertarik satu sama lain. Hal yang bertentangan ini bisa saja kepribadian, keyakinan dan penampilan. Film banyak mengeksploitasi ini. Cinta antara Putri dan Si Buruk Rupa, Cinta antara Ateis dan Pendeta, Percintaan antara jenderal jahat dan peri baik hati. Hal ini diperkuat lagi oleh pendapat Harville Hendrix, Ph.D. kalau hanya mereka yang berlawanan yang dapat saling tertarik. Sebaliknya, penelitian membuktikan Hendrix sepenuhnya salah. Lusinan bukti menunjukkan orang yang sama sifatnya lah yang lebih mungkin berpasangan. Kutu buku dengan kutu buku, anak punk dengan anak emo, anggota grop facebook dengan anggota grup yang sama, dsb. Jauh lebih banyak orang yang tertarik dengan sesama sifat daripada yang berlawanan sifat. Survey juga menunjukkan kalau kesamaan sifat ini penting bagi keharmonisan keluarga. Gampangnya seperti ini, semakin sesuai pendapat seorang tokoh politik dengan pendapat kita, semakin besar kemungkinan kalau kita menyukai tokoh tersebut.

Sumber : 
1. Faktailmiah.com 
 2. Scott O. Lilienfeld, Steven Jay Lynn, John Ruscio, dan Barry L. Beyerstein.50 Great Myths of Popular Psychology: Shattering Widespread Misconceptions About Human Nature. Wiley-Blackwell, 2009.


Source: Copyright © 2010, Koran Indonesia Sehat Information Education Network. All rights reserved

Narsis... Pengertian dan Definisinya

Asal Mula istilah Narsis. Konsep dan istilah narsisisme atau narsisistik berawal dari mitologi Yunani kuno tentang seorang pemuda tampan yang bernama Narsisus. Narsisus adalah putra dewa sungai, Cephissus. Pada saat itu Echo, seorang dewi yang tidak bisa berbicara, jatuh cinta kepadanya. Namun Narcisus bertindak kejam dan menolak cinta Echo. Pada suatu hari, Narsisus melewati sebuah danau yang sangat bening airnya dan melihat pantulan dirinya sendiri. Narsisus sangat mengagumi dan jatuh cinta pada pantulan itu. Narsisus sangat ingin menjamah dan memiliki wajah yang dilihatnya, tapi setiap kali mengulurkan tangannya untuk meraih pantulan itu, bayangan itu kemudian menghilang. Narsisus tetap menunggu di tepi danau untuk mendapatkan bayangan yang menjadi obyek kekagumannya sampai mau menceburkan dirinya sendiri ke dalam danau dan akhirnya mati. Para dewa merasa kasihan padanya, sehingga Narsisus ditranformasikan menjadi tumbuhan berbunga yang diberi nama Narsisus berwarna kuning cerah, dan dikenal juga dengan nama Yellow Daffodil. Mitologi ini digunakan dalam Psikologi pertama kalinya oleh Sigmund Freud (1856-1939) untuk menggambarkan individu-individu yang menunjukkan cinta diri yang berlebihan. Freud menamakan “The narsissists” dan pelakunya disebut individu narsisistik atau seorang narsisis (http://www.psikologiums.net). Lebih lanjut Fromm berpendapat, narsisme merupakan kondisi pengalaman seseorang yang dia rasakan sebagai sesuatu yang benar-benar nyata hanyalah tubuhnya, kebutuhannya, perasaannya, pikirannya, serta benda atau orang-orang yang masih ada hubungan dengannya. Sebaliknya, orang atau kelompok lain yang tidak menjadi bagiannya senatiasa dianggap tidak nyata, inferior, tidak memiliki arti, dan karenanya tidak perlu dihiraukan. Bahkan, ketika yang lain itu dianggap sebagai ancaman, apa pun bisa dilakukan, melalui agresi sekalipun (Pikiran Rakyat, 14/04/2003). Menurut Spencer A Rathus dan Jeffrey S Nevid dalam bukunya, Abnormal Psychology (2000), orang yang narcissistic atau narsistik memandang dirinya dengan cara yang berlebihan. Mereka senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian. Menurut Rathus dan Nevid (2000) dalam bukunya, Abnormal Psychology orang yang narsistik memandang dirinya dengan cara yang berlebihan, senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian (Kompas, Jumat, 01 April 2005). Sedangkan menurut Papu (2002) yang mengutip DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders – Fourth Edition) orang yang narsistik akan mengalami gangguan kepribadian, gangguan kepribadian yang dimaksud adalah gangguan kepribadian narsisistik atau narcissistic personality disorder. Gangguan kepribadian ini ditandai dengan ciri-ciri berupa perasaan superior bahwa dirinya adalah paling penting, paling mampu, paling unik, sangat eksesif untuk dikagumi dan disanjung, kurang memiliki empathy, angkuh dan selalu merasa bahwa dirinya layak untuk diperlakukan berbeda dengan orang lain. Lebih lanjut menurut Menurut Sadarjoen (2003) yang mengutip Mitchell JJ dalam bukunya, The Natural Limitations of Youth, ada lima penyebab kemunculan narsis pada remaja, yaitu adanya kecenderungan mengharapkan perlakuan khusus, kurang bisa berempati sama orang lain, sulit memberikan kasih sayang, belum punya kontrol moral yang kuat, dan kurang rasional. Kedua aspek terakhir inilah yang paling kuat memicu narsisme yang berefek gawat. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku narsistik ditandai dengan kecenderungan untuk memandang dirinya dengan cara yang berlebihan, senang sekali menyombongkan dirinya dan berharap orang lain memberikan pujian selain itu juga tumbuh perasaan paling mampu, paling unik. Artikel Narsis, Pengertian dan Definisinya pertama kali diterbitkan dunia psikologi pada 13 Desember 2008.

TINGKAT TINGKAT MOTIVASI (Richard Denny)

Sebagian besar dari kita ingin berubah, namun kita mngelami kesulitan mengambil tindakan yang diperlukan. Dibawah ini ada beberapa tips yang seharusnya bisa menolong anda mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki tingkat motivasi anda.


  1. Visualisasikan akibatnya seandainya anda tidak berubah. Buatlah gambaran itu menakutkan dan rasakan sungguh-sungguh sehingga rasanya lebih menyakitkan dari pada tahap-tahap kecil yang dibutuhkan untuk mengubah atau membalikkan sebuah kebiasaan atau prilaku.
  2. Visualisasikan hasilnya jika anda berubah. Bayangkan anda akan seperti apa, bagaimana perasaan anda, bagaimana anda akan memandang diri sendiri dan bagaimana orang lain akan memandang anda.
  3. Ambillah resiko, lakukan sesuatu yang berbeda. Anda tidak bisa mengharapkan hasil berbeda jika anda terus melakukan hal yang sama berulang kali. Dalam cara yang paling sedehana, perubahan didorong oleh motivasi diri dan motivasi diri itu lebih kuat jika anda percaya pada hasil akhirnya.
  4. Telitilah diri anda. Bagaimana anda bisa melihat diri sendiri? Apakah anda tidak puas atau anda puas? Apakah anda ambisius? Apakah anda antusias, gugup, atau malu? Apakah anda menganggap diri anda seorang teman yang baik? Apakah anda pikir anda terlalu gemuk atau terlalu kurus?
  5. Ubahlah citra anda. Citra diri anda akan berubah sesuai demgan sasaran, tujuan, iman, keyakinan, dan juga peristiwa dalam kehidupan anda serta pengalaman sukses. Citra diri anda akan berubah menurut kondisi lingkungan yang anda alami, dan citra diri dengan sendirinya berubah melalui prilaku sadar atau bawah sadar.

Kamis, 16 Mei 2013

Kumpulan Kata-Kata Motivasi

"Siapa penghambat kesuksesan? siapa pendorong keberhasilan?
Jawabnya: SAYA!" (caw)


"Kekayaan bukanlah tentang berapa yang telah anda kumpulkan, melainkan tentang berapa banyak yang telah anda bagikan." (caw)


"Satu titik tinta yang menetes pada kain kanvas kosong, seringkali menjadi objek fokus kita.. sehingga kita tidak pernah dapat menggambar di area kosongnya." (caw)


"Bertahan di tengah 'badai' kelihatannya bijak.. sebenarnya kurang bijak. Badai datang untuk diterjang! andalkan kuasa Tuhan untuk hadapi itu. Dia Allah yang setia." (caw)


"Jika anda merasa sampai saat ini Tuhan belum menenangkan badai hidup anda, itu berarti Ia sedang menenangkan diri anda."


"Jika anda hanya melihat apa yang ada, mungkin anda tidak pernah mendapatkan apa yang bisa dicapai." (Bits & Pieces)


"Make yourself available and vulnerable to your family." (Chuck Swindoll)


"Jangan takut dengan resiko karena disitu anda dapat memetik buahnya."


"Orang yang merasa dirinya biasa saja, akan bertindak dengan cara yang biasa, tetapi mereka yang merasa dirinya luarbiasa, akan bertindak dengan cara yang luar biasa." (caw)


"Anugerah yang luar biasa jika kita masih diberi kesempatan berbicara kepada Tuhan yang penuh kuasa melalui Doa."


"Kegagalan tidak terjadi ketika orang sedang gagal; 
kegagalan terjadi ketika orang tidak berusaha." (Stella James)


"anda diciptakan bukan untuk bergantung kepada manusia, melainkan bergantung kepada Tuhan - supaya dapat menolong sesama manusia. Itulah fungsi anda ada di dunia." (caw)


"Ciptakan kebiasaan bahagia dalam hidup anda - terlalu murah jika rasa bahagia itu diukur oleh materi atau suasana yang anda miliki." (caw)


Anda adalah orang yang berkuasa menentukan kebahagiaan anda sendiri, bukan orang lain - tidak ada orang yang berhak membatasi kebahagiaan anda, sekalipun orang lain menganggap anda begitu menyedihkan." (caw)


"Jangan samakan ukuran kebahagiaan anda dengan ukuran kebahagiaan orang lain - karena siapa tahu orang lain hanya "pura-pura bahagia" di dalam mobil mewahnya." (caw)


"Jika kkasih anda mulai membuat anda jauh dari ortu dan melupakan Tuhan, itu tanda-tanda dia tidak peduli dengan kehidupan anda." (caw)


"Doa bukanlah cara untuk memaksa Tuhan mengikuti kehendak kita, melainkan cara kita mengerti kehendak Tuhan." (caw)


"Keberhasilan anda dimasa depan ditentukan dari keberhasilan-keberhasilan kecil yang anda kerjakan setiap hari." (caw)


"Keberhasilan kecil yang anda kerjakan setiap hari tidak akan terwujud jika tidak dimulai dengan pikiran anda yang berkata : "saya bisa lakukan yang terbaik." (caw)


"Anda tidak mungkin dapat menutup-tutupi apa yang anda pikirkan, karena apa yang anda lakukan adalah cerminan dari apa yang sedang anda pikirkan." (caw)


Seorang profesional adalah seorang yang bisa melakukan pekerjaan terbaiknya ketika ia tidak merasa menyukainya." (Alistair Cooke)


"Banyak orang yang berlatih kuat dan memulai start dengan begitu sempurna tapi tidak mencapai keberhasilan... itu karena kebanyakan dari mereka tidak tahu dimana garis finishnya." (caw) 




Perpisahan yang membawa SUKACITA


 
Lukas 24:51 - 52
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita

Pada umumnya perpisahan selalu diwarnai dengan kesedihan karena kepergian orang yang dikasihi, berbeda halnya dengan Yesus dan para murid-Nya.
Ada hal yang tidak biasa dikala perpisahan antara Yesus dan para murid terjadi, Alkitab tidak menuliskan adanya tangisan atau kesedihan yang mendalam, justru sebaliknya Lukas 24:52 mencatat; “mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”

Kenaikan Tuhan Yesus didahului dengan penampakan-Nya yang berulang-ulang kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Dan ini terjadi selama empat puluh hari. Alkitab mencatat bahwa Yesus terus menyatakan injil Kerajaan Allah kepada murid-murid-Nya supaya mereka mengingat semua pengajaran yang telah Ia berikan. ”Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”  (Kis.1:3).

Jika kita mengingat bagaimana kondisi para murid pada saat mereka terpisah dengan Yesus karena kematian Yesus – kesedihan dan ketakutan, ketidakpercayaan dan keputusasaan, menyelimuti mereka.  
Keseharian mereka hanya berkumpul bersama, berdiam dalam satu ruangan yang terkunci rapat-rapat.

Jelas terlihat perbedaan yang mencolok ketika Tuhan Yesus berpisah pada peristiwa kenaikkan-Nya ke sorga, Ia telah memperlengkapi para murid, mengusir segala ketakutan dan kebimbangan hati mereka yang belum percaya dan mengerti kitab suci.

Sampai akhirnya perpisahan Yesus dengan para murid terjadi bukan ketika Yesus terpaku di kayu salib, namun justru pada saat setelah Ia menyatakan kuasa-Nya atas sorga dan bumi, memberikan kepercayaan kepada para murid-Nya untuk diutus bersaksi ke seluruh dunia, memberikan janji penyertaan-Nya senantiasa (Mat.28:18-20), dan dengan tangan terangkat ketika Yesus memberkati mereka, Ia meninggalkan mereka kembali kepada Bapa-Nya di sorga (Luk.24:51).

Melalui peristiwa Kenaikkan Tuhan Yesus ke sorga, seharusnya membawa kita juga dalam sukacita yang sama seperti para murid, menghilangkan segala kekuatiran dan ketakutan persoalan di dunia ini sebab kemenangan dan kekuasaan Yesus mengatasi segalanya, memberikan kepercayaan diri atas mandat ilahi untuk bersaksi ke seluruh dunia serta janji penyertaan-Nya yang terus menerus hingga akhir zaman. 

Chris AW