"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Matius 11:28

Selasa, 21 Mei 2013

KEADAAN HATI: Suatu Pendorong Doa Seseorang


I Raja-Raja 8:37-40
 Apabila di negeri ini ada kelaparan, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apa pun,
lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel ini memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya -- karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri --
maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan Engkau kiranya mengampuni, bertindak, dan membalaskan kepada setiap orang sesuai dengan segala kelakuannya, karena engkau mengenal hatinya -- sebab Engkau sajalah yang mengenal hati semua anak manusia, --
supaya mereka takut akan Engkau selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.




Konteks perikop keseluruhan bicara soal Doa Salomo bagi fungsi rumah Tuhan yang ia bangun, supaya Tuhan berkenan tinggal dan menjawab doa orang-orang Israel yang datang ke Bait suci tersebut.  Inti dari doa salomo bukan pada pengkultusan gedung, bukan juga pada gaya berdoa. yang menjadi renungan saat ini.. ay.38 “yang mendorong seseorang untuk berdoa bermula dari keadaan hati.”


Ayat. 38 “… karena mereka masing-masing mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri..” Umumnya apa yang dialami oleh seseorang secara otomatis maka pasti akan mempengaruhi keadaan hatinya.Situasi yang baik à membuat keadaan hati senang, situasi yg buruk à menyebabkan keadaan hati sedih, gundah. Persoalannya tiap orang menyadari tidak keadaan hatinya yang dialami saat ini…?

Kadang kala doa-doa kita dipengaruhi keadaan hati ini.  Ini yang membuat kita kadang susah menyembah, susah mengucapsyukur, karena tidak menyadari keadaan hati yang sedang “terganggu”. Yang lebih berbahaya lagi, kita tidak menyadari apa yang membuat keadaan hati tidak nyaman, gundah gulana, gelisah, mungkin karena beban persoalan yang sedang dihadapinya.. namun mencari pelampiasan emosi kepada pihak lain termasuk Tuhan.

Oleh sebab itu Salomo jelaskan dalam doanya di ayat 37; segala kondisi hidup yang dialami pada umumnya orang. “….Kelaparan sebabkan hilangnya sumber makanan sekalipun ada uang, penyakit, hama yang menyerang sumber mata pencaharian, musuh sebagai teror keamanan..”
Koma (,) disana… lalu mereka memanjatkan doa dan permohonan (dua hal yang dibedakan)
“segala permintaan Doa dan Sembah” (TL)
“sembahyang dan permohonan” (KJV)
Sikap doa.. penyembahan dan permohonan dengan Menadahkan tangannya.. sebagai suatu sikap dorongan dari “karena mereka mengenal apa yang merisaukan hatinya sendiri”.  
 Ayat 39a bicara soal respon Tuhan: mendengarkan… mengampuni… betindak… membalaskan (mengadili) setiap orang menurut segala kelakuannya…
“Tuhan mengenal hati semua anak manusia”. Ini sebagai kesimpulan yang menegaskan Tuhan tidak bisa didustai.


Mereka menyadari keadaan hatinya sebagai imbas dari situasi yang sedang dialami. Namun sikap yang mereka lakukan tetap ada “Doa dan Permohonan” Penyembahan dan permohonan. Lihat langkah-langkah dari respon Tuhan (Mendengar.. mengampuni.. baru bertindak.. (jika ada yang tidak beres diadili termasuk si pendoa itu).

 Bagaimana dengan doa-doa kita?  Jangan-jangan karena desakan keadaan hati membuat kita hanya suka menaikkan permohonan saja dan enggan untuk menyembah Tuhan.  Dan kita berharap Tuhan langsung bertindak saja, padahal kita tidak menyadari kesalahan kita, kita tidak minta ampun apalagi mengampuni…     Atau mungkin Tuhan sedang bertindak tapi bukan untuk melakukan apa yang kita inginkan, tapi melakukan apa yang Tuhan inginkan yaitu: “mengadili” kita, karena kedapatan kita yang bersalah dan tidak sadar-sadar!

Apa yang harus kita lakukan sebelum kita berdoa?
  1. Sadari dan kenali keadaan hati kita… senang, sedih, gelisah, kecewa, apa yang mempengaruhinya…?
  2. Setelah menyadari jangan jadikan orang lain, apalagi Tuhan obyek pelampiasan emosi keadaan hati kita.
  3. Tuhan selalu lebih mengerti keadaan hati kita dan bagaimana memulihkannya. untuk itu, naikkan permohonan tapi jangan pernah lupakan untuk menyembah Tuhan.

~ chris aw~




Tidak ada komentar:

Posting Komentar