“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia:
Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”
(Roma 11:36)
Masih
melekat diingatan saya saat pertama kali saya diajak kedua orang tua saya naik
kereta api menuju kampung halaman ayah saya. Seperti anak-anak kecil lainnya,
kala itu yang ada dibenak saya sebelum kepergian dari Jakarta menuju Yogyakarta
adalah bagaimana rasanya naik kereta api. Otomatis apa yang dipikiran saya
tidaklah sama dengan apa yang ada di pikiran orangtua saya. Mereka tentu
berpikir bagaimana senyaman dan secepat mungkin sampai di Yogyakarta, sedangkan
saya lebih menyenangi dan menikmati kepada fasilitas penunjang bukan tujuan
yang akan dicapai.
Jika
kita membaca apa yang dituliskan oleh Paulus kepada jemaat di Roma, Paulus
ingin mengingatkan kembali kepada jemaat di Roma bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi
Dialah kemuliaan selama-lamanya!
Namun
apa yang banyak kita lihat sekarang? Atau mungkin kita alami saat ini? Tidak
sedikit orang percaya yang lupa tujuan, tidak sedikit orang percaya yang memiliki
karakter seperti anak-anak kecil yang lebih menyenangi fasilitas dunia ketimbang tujuan akhir
kekekalan.
Banyak
orang kini tidak menyadari bahwa ‘segala
sesuatu’ mulai dari hidup kita, talenta, kemampuan, kekuatan, kesehatan,
kepintaran, kekayaan, keluarga, dan lain sebagainya adalah dari Tuhan, oleh
Tuhan dan kepada Tuhan di tujukan. Yang kesemuanya itu untuk kemuliaan Tuhan
kita Yesus Kristus!
Anehnya
kita lebih terfokus kepada fasilitas dunia, merasa hebat dengan fasilitas itu,
supaya dikatakan orang Kristen yang diberkati, hamba Tuhan luar biasa, pendeta
besar.
Mari
merenung sejenak… apa yang anda lakukan akhir-akhir ini? Apakah focus anda
hanya uang, kekayaan materi, jabatan, pengakuan, fasilitas dunia?
Tuhan
inginkan apa yang ada pada diri kita, ditujukan untuk kemuliaan-Nya.
“Tujuan kita adalah
berhenti di stasiun sorga, bukan tinggal di kereta”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar