"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Matius 11:28

Jumat, 17 Mei 2013

Membangun Citra Diri

Pada awal penciptaan Tuhan menciptakan segala yang baik (Terang itu baik - Kej.1:4, darat dan laut - Kej.1:10, tumbuh-tumbuhan - Kej.1:12, benda-benda penerang dilangit – Kej.1:18, Binatang-binatang di laut dan burung – Kej.1:21, Binatang liar dan ternak di muka bumi – Kej.1:25, segala yg dijadikan-Nya sungguh amat baik – Kej.1:31, Menumbuhkan berbagai pohon untuk dimakan – Kej.2:9, emas yg baik – Kej.2:12, segala sesuatu di kerjakan Allah untuk kebaikan manusia – tidak hanya hal2 yg kelihatan tapi juga soal batin Kej.2:18) Bayangkan Tuhan memfasilitasi Adam dengan segala sesuatu yg original, sempurna, baik, positif, cemerlang, tidak ada yang cacat. Segala yang baik Tuhan upayakan tidak hanya soal materi fisik tapi juga kebutuhan Adam yang tidak terlihat “teman” atau “soulmate” 

Cobalah imajinasikan tempat itu (berada di tempat impian, bersama pasangan impian anda: 
Bagi yang berumah tangga bayangkan masa2 honeymoon anda (jika dulu tidak pernah bulan madu). Bayangkan anda mendapatkan sayembara untuk terbang ke Hawaii, naik maskapai penerbangan asing kelas 1 dari cengkareng ke Amerika, lalu ganti dengan kapal pesiar, disambut dengan karangan bunga, koper anda dibawakan oleh pelayan, anda langsung di bawa ke restoran kapal di jamu dengan makanan dan minuman yg fresh sementara koper anda dengan sendirinya sampai ke kamar vip dan roomboy hanya mengantar kartu untuk anda dpt mengakses ke kamar atau tempat2 manapun di kapal itu. Sampai di pulau Hawaii anda di sambut dengan tarian dan sebuah mobil golf yg dihiasi dengan bunga2 cantik dan wangi menuju hotel ternama yg menghadap ke pantai yg paling indah, dimana kamar anda adalah tempat yg paling nyaman untuk melihat sunset dan sunrise, sementara di lemari pakaian ada berbagai mode pakaian yg tinggal anda pakai sesuai selera karena itu diberikan bagi anda dengan cuma2. Anda yg pada saat itu masih muda dan enerjik bersama istri anda begitu semangat untuk bersiap menuju ke sebuah kapal yg disulap menjadi tempat makan apung yg romantic dengan sajian seafood dari koki handal. 
…cukuplah kita berimajinasi sekarang lihat kenyataan apa yg kita alami! Itulah gambaran bagaimana dulu Tuhan berikan hal2 yg baik untuk kita, tapi karena dosa membuat segalanya seolah sirna. Apa yang membuat kita begitu sengsara saat ini? Jawabnya bukan karena kita keluar dari taman eden (lihat Kej.3:8-13 rasa takut, gelisah, malu, hal2 negatif, segala yang tidak baik yg diucapkan, dituduhkan, dirasakan dan mereka masih ada di Taman Eden). Jika demikian apa yang membuat mereka sengsara? Keberadaan di dalam dosa! Dosa yg membuat mereka hidup dalam segala kenegatifan. >> Jangan anda salahkan istri, suami, atau ortu anda yg membuat anda sengsara. >> jika seandainya istri anda tidak cerewet bukan jaminan anda bahagia >> jika seandainya suami anda tidak pemarah bukan jaminan anda bahagia >> Jika seandainya anak anda penurut bukan jaminan anda bahagia >> Jika seandainya orangtua anda sangat baik bukan jaminan anda bahagia >> jika seandainya anda kayaraya juga bukan jaminan anda bahagia. 

Dosa merusak segala yang baik dari Tuhan menjadi buruk karena ulah kita. Apa yang diserang pertama kali oleh dosa? Diri kita! Gambar Allah yg rusak. Kej.2:8 “ketika aku mendengar langkah Tuhan Allah .. bersembunyilah (mereka).” Ayat 9-10 “Tuhan memanggil …., ketika aku mendengar Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, aku telanjang, aku bersembunyi.” Dosa membuat mereka secara sadar terdorong untuk menjauh dari Tuhan, takut, malu, dan yg paling utama adalah citra diri yang rusak! Citra diri yang rusak maka akan merusak sekitarnya! Bayangkan jika anda merasa diri anda buruk, maka upaya yang dilakukan supaya anda tidak terlihat buruk adalah dengan membuat buruk yang lainnya, supaya orang akan berkata “masih banyak yang lebih buruk dari anda.” 
Bayangkan apa jadinya jika seorang suami atau ayah merasa diri tidak berharga, maka jangan berharap ia akan dapat menuntun anak istrinya karena dirinya sendiri perlu ditolong. Dosa mempengaruhi banyak prilaku manusia, karena segala yang dipikirkan negative maka akan menghasilkan hasil yang negative. 

Pada waktu manusia (siapapun itu) lahir, sampai berapa lama ia mendapatkan kata-kata yang baik dari sekelilingnya? “aduh cantiknya!”, “anak pintar!”, “siapa dulu dong papanya!”, “lucu banget sih kamu!”, semua memberi senyuman, semua ingin memeluk, mencium, menggendong, membelikan sesuatu, menyatakan kasih. – seiring waktu pertumbuhannya lambat laun ia akan menemukan kemarahan dengan kata2: “dasar anak nakal!”, “bodoh banget sih kamu gitu aja gak bisa!”, “kamu jelek pake baju itu, norak!” “sudahlah kalo memang otak dan uang kamu pas-pasan jangan harap bisa sekolah tinggi2!” Berapa lama anda atau anak anda atau mungkin bawahan anda, mendapatkan hal2 negatif dalam kehidupannya? Bagaimana hasil anda menanamkan nilai negative pada dirinya? Berhasilkah? Atau itu sebagai pelampiasan masa “perploncoan” yang dilakukan ortu anda pada jaman dulu? Jangan salahkan jika hasilnya semakin negative, sama dengan rumus matematika (minus + minus = minus yang lebih besar) sebaliknya, minus bawaan bisa berkurang bahkan dapat bernilai lebih positif jika ditambah dengan plus. Dosa membawa anda pada kondisi minus! 
Jangan harapkan orang lain memberikan hal2 positif bagi anda sebelum anda sendiri yang memiliki hal positif untuk mengurangi nilai minus orang disekitar anda. 

Apa yang harus dilakukan? 
Sadari siapa diri kita (Yesaya 43:4) Sekalipun orang lain, bahkan mungkin diri anda sendiri menganggap remeh diri anda (tubuh, otak, talenta, kemampuan, prestasi, atau apapun itu yang menyangkut kepribadian anda) tidak demikian dengan Tuhan Yesus Kristus! Tuhan sendiri yang berkata: “engkau berharga dan mulia, Aku mengasihi engkau.” Kita adalah hasil karya-Nya, yang dibentuk dengan tangan-Nya sendiri, dan dihembuskan dengan nafas-Nya, lalu Ia berkata: “sungguh amat baik!” tidak ada karya Allah yang buruk. Jika kita mengakui diri kita (baik tubuh hingga segala hal di dalam diri kita adalah dari Tuhan); JANGAN ADA YANG MERENDAHKANNYA! 
Lihatlah ke dalam diri anda, kelebihan dan kekurangan, lalu katakan: sungguh amat baik! Lihatlah istri atau suami anda, kelebihan dan kekurangan, lalu katakan: sungguh amat baik! Lihatlah anak atau cucu anda, kelebihan dan kekurangan, lalu katakan: sungguh amat baik! Lihatlah pekerjaan atau sekolah yang Tuhan percayakan kepada anda, lalu katakan: sungguh amat baik!

Mari pikirkan, katakan, dan lakukan yang baik sekalipun di tempat dan waktu yang tidak baik. Seorang yang berada di dalam penjara, dalam keterbatasan dan kesesakan, dalam ketidaknyamanan dan kesunyian… bahkan dalam situasi yang orang banyak katakan sebagai tempat terburuk… ia sanggup membuang segala yang negative dan membangun sikap positif serta membagikan rahasianya: 

 
««««««««««
Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar,
semua yang mulia,
 semua yang adil,
 semua yang suci,
semua yang manis,
semua yang sedap didengar,
 semua yang disebut kebajikan
dan patut dipuji,
 PIKIRKANLAH SEMUANYA ITU.
(Filipi 4:8)
««««««««««

Tidak ada komentar:

Posting Komentar