"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu."
Matius 11:28

Kamis, 16 Mei 2013

Perpisahan yang membawa SUKACITA


 
Lukas 24:51 - 52
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita

Pada umumnya perpisahan selalu diwarnai dengan kesedihan karena kepergian orang yang dikasihi, berbeda halnya dengan Yesus dan para murid-Nya.
Ada hal yang tidak biasa dikala perpisahan antara Yesus dan para murid terjadi, Alkitab tidak menuliskan adanya tangisan atau kesedihan yang mendalam, justru sebaliknya Lukas 24:52 mencatat; “mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita.”

Kenaikan Tuhan Yesus didahului dengan penampakan-Nya yang berulang-ulang kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Dan ini terjadi selama empat puluh hari. Alkitab mencatat bahwa Yesus terus menyatakan injil Kerajaan Allah kepada murid-murid-Nya supaya mereka mengingat semua pengajaran yang telah Ia berikan. ”Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”  (Kis.1:3).

Jika kita mengingat bagaimana kondisi para murid pada saat mereka terpisah dengan Yesus karena kematian Yesus – kesedihan dan ketakutan, ketidakpercayaan dan keputusasaan, menyelimuti mereka.  
Keseharian mereka hanya berkumpul bersama, berdiam dalam satu ruangan yang terkunci rapat-rapat.

Jelas terlihat perbedaan yang mencolok ketika Tuhan Yesus berpisah pada peristiwa kenaikkan-Nya ke sorga, Ia telah memperlengkapi para murid, mengusir segala ketakutan dan kebimbangan hati mereka yang belum percaya dan mengerti kitab suci.

Sampai akhirnya perpisahan Yesus dengan para murid terjadi bukan ketika Yesus terpaku di kayu salib, namun justru pada saat setelah Ia menyatakan kuasa-Nya atas sorga dan bumi, memberikan kepercayaan kepada para murid-Nya untuk diutus bersaksi ke seluruh dunia, memberikan janji penyertaan-Nya senantiasa (Mat.28:18-20), dan dengan tangan terangkat ketika Yesus memberkati mereka, Ia meninggalkan mereka kembali kepada Bapa-Nya di sorga (Luk.24:51).

Melalui peristiwa Kenaikkan Tuhan Yesus ke sorga, seharusnya membawa kita juga dalam sukacita yang sama seperti para murid, menghilangkan segala kekuatiran dan ketakutan persoalan di dunia ini sebab kemenangan dan kekuasaan Yesus mengatasi segalanya, memberikan kepercayaan diri atas mandat ilahi untuk bersaksi ke seluruh dunia serta janji penyertaan-Nya yang terus menerus hingga akhir zaman. 

Chris AW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar