Lukas 24:51 - 52
Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah
dari mereka dan terangkat ke sorga.
Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang
ke Yerusalem dengan sangat bersukacita
Pada umumnya perpisahan selalu diwarnai dengan
kesedihan karena kepergian orang yang dikasihi, berbeda halnya dengan Yesus dan
para murid-Nya.
Ada hal yang tidak biasa dikala perpisahan antara Yesus
dan para murid terjadi, Alkitab tidak menuliskan adanya tangisan atau kesedihan
yang mendalam, justru sebaliknya Lukas 24:52 mencatat; “mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem
dengan sangat bersukacita.”
Kenaikan Tuhan Yesus didahului dengan penampakan-Nya yang berulang-ulang
kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Dan ini terjadi selama empat puluh
hari. Alkitab mencatat bahwa Yesus terus menyatakan injil Kerajaan Allah kepada
murid-murid-Nya supaya mereka mengingat semua pengajaran yang telah Ia berikan.
”Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya
setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa
Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan
berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis.1:3).
Jika kita mengingat
bagaimana kondisi para murid pada saat mereka terpisah dengan Yesus karena
kematian Yesus – kesedihan dan ketakutan, ketidakpercayaan dan keputusasaan,
menyelimuti mereka.
Keseharian mereka hanya
berkumpul bersama, berdiam dalam satu ruangan yang terkunci rapat-rapat.
Jelas terlihat perbedaan
yang mencolok ketika Tuhan Yesus berpisah pada peristiwa kenaikkan-Nya ke
sorga, Ia telah memperlengkapi para murid, mengusir segala ketakutan dan
kebimbangan hati mereka yang belum percaya dan mengerti kitab suci.
Sampai akhirnya perpisahan
Yesus dengan para murid terjadi bukan ketika Yesus terpaku di kayu salib, namun
justru pada saat setelah Ia menyatakan kuasa-Nya atas sorga dan bumi,
memberikan kepercayaan kepada para murid-Nya untuk diutus bersaksi ke seluruh
dunia, memberikan janji penyertaan-Nya senantiasa (Mat.28:18-20), dan dengan
tangan terangkat ketika Yesus memberkati mereka, Ia meninggalkan mereka kembali
kepada Bapa-Nya di sorga (Luk.24:51).
Melalui peristiwa Kenaikkan
Tuhan Yesus ke sorga, seharusnya membawa kita juga dalam sukacita yang sama
seperti para murid, menghilangkan segala kekuatiran dan ketakutan persoalan di
dunia ini sebab kemenangan dan kekuasaan Yesus mengatasi segalanya, memberikan
kepercayaan diri atas mandat ilahi untuk bersaksi ke seluruh dunia serta
janji penyertaan-Nya yang terus menerus hingga akhir zaman.
Chris AW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar